TELAT
Kemarin ini saya berbicara dengan teman dekat saya, katanya, "sikap kamu udah tepat tapi telat". TELAT.
Aduuhh, apa iya telat?? hm.. mungkin iya untuk kesempatan-kesempatan yang udah terlewati yang gak mungkin kembali. Mungkin iya untuk waktu yang semakin sedikit, mengingat jatah hidup kita semakin bertambah dekat dengan deadline kematian kita.
Banyak sekali pikiran-pikiran yang ada di kepala saya. Pernah suatu saat, saya merasa saat tidurpun otak saya masih bekerja keras. Saking semangatnya si otak bekerja sampai-sampai di pagi hari pada saat saya bangun, terasa letih seperti habis mengetik laporan word document 100 halaman penuh 1 spasi yang sudah rapi di depan layar komputer. Wuih, ada yang lembur nih. Mungkin hal ini yang membuat saya “telat”. Karena saya harus menyelesaikan bacaan ‘isi pikiran’ saya semalam. Seharusnya rambut saya sudah habis karena terlalu banyak berpikir. Tapi untungnya saya dilahirkan dengan rambut yang tebal dan lebat. Mudah2an sampai saya menutup mata rambut saya masih banyak… boleh kaan berharap..??.
Tapi apakah iya saya telat? Saya merasa harus banyak berpikir dan berdoa sebelum mengambil sebuah keputusan. Saya harus yakin 100 % kalau langkah yang akan saya ambil adalah yang terbaik. Tidak berusaha egois dan tetap berpikir logis.
Kesabaran adalah alat transportasi yang saya miliki untuk bisa melangkah sejauh ini. Sabar berdoa dan sabar berusaha. Ini adalah sebuah proses yang rasanya tidak bisa diukur dengan waktu. Tidak ada yang tahu kapan harus berakhir. Pastinya proses yang saya alami membutuhkan waktu panjang karena banyak hal di kepala saya yang tidak bisa saya abaikan. Banyak sekali yang dipertimbangkan. Sikap telat saya karena selalu berharap ada pengertian yang dicapai. Sayang, ternyata tidak berbuah manis. Baiklah, saya terima kalau saya dianggap telat tapi setidaknya saya mendapatkan salah satu makna dibelakang semua ini. Yaitu rasa cukup berbuat sabar.
Comments
Post a Comment